Urbanisasi dapat terjadi karena berbagai hal. Penyebab terjadinya urbanisasi antara lain:
- Kurangnya lapangan pekerjaan di desa.
- Pendapatan di kota jauh lebih besar.
- Bencana alam.
- Pembangunan yang tidak merata.
- Fasilitas pendidikan dan kesehatan di kota lebih baik dari yang ada di desa.
- Bersifat momentum (contoh: hari raya).
Cara Menghindari Terjadinya Urbanisasi
Hal-hal tersebut tidak dapat kita biarkan terjadi, untuk itu harus ada penanganan khusus dalam menghadapi peristiwa urbanisasi ini. Ada dua langkah yang dapat kita ambil yaitu mencegah dan menangani. Namun tentu saja, hal yang lebih baik dilakukan adalah mencegah munculnya Faktor pendorong Urbanisasi dari pada menangani urbanisasi yang sudah terlanjur terjadi.
Berikut adalah cara mencegah urbanisasi di negara berkembang, dengan beberapa langkah cara yang bisa di atasi:
1. Pembangunan yang Merata
Beberapa daerah terpencil di Indonesia bahkan tidak punya akses listrik dan air bersih yang memiliki peran penting dalam kehidupan keseharian mereka. Tidak heran banyak orang desa yang pindah ke kota karena listrik dan air bersih tentunya bukan masalah yang umum kita jumpai di perkotaan. Jika hal ini bisa diatasi, tentunya rakyat desa tidak mungkin punya gagasan untuk pindah ke kota.
2. Mempermudah Akses Transportasi dan Komunikasi
Mengenai fasilitas komunikasi, salah memang, ujian sekolah di Indonesia sudah berani menerapkan sistem online, padahal belum semua sekolah di negeri kita bisa punya jaringan internet. Jangankan jaringan internet, telepon genggam saja mungkin masih jarang. Tidak adil rasanya jika program pemerintah hanya dilaksanakan setengah-setengah dengan alasan beberapa tempat tidak memiliki fasilitas yang memadai. Pengadaan jalan beraspal di desa-desa akan sangat membantu akses ke desa untuk proses jual-beli maupun distribusi produk dari kota sehingga masyarakatnya tidak perlu meninggalkan desa untuk mendapatkan barang-barang tertentu.
3. Standart Pendidikan Disamaratakan
Tujuan seseorang merantau dari desa ke kota yang paling sering kita temui adalah pelajar. Banyak masyarakat usia sekolah yang rela merantau di kota besar untuk bisa mendapatkan pendidikan yang lebih layak karena di tempat asalnya bisa dibilang tertinggal. Hal ini benar adanya dengan bukti anak-anak yang menyelesaikan sekolah menengah di perkotaan akan lebih mudah masuk perguruan tinggi karena kualitas ilmu yang diterima lebih baik dari pada sekolah yang ada di desa. Hasilnya begitu banyak anak rantau dari desa yang mulai menempati kota besar sejak masih di bangku sekolah menengah. Jika standart pendidikan di samaratakan tentu saja jumlah urbanisasi sejak usia sekolah dapat di minimalisir. Hal ini juga bisa menjadi upaya pemerintah dalam menangani pengangguran.
4. Tersedianya Fasilitas Kesehatan yang Memadai
Fasilitas kesehatan yang ada di kota besar tentu lebih lengkap dan jauh lebih baik dari pada yang tersedia di pedesaan. Bahkan beberapa desa tidak punya akses dokter umum maupun spesialis sehingga yang sakit harus jauh-jauh pergi ke kota demi mendapatkan perawatan. Alhasil setelah sembuh mereka yang dari desa lebih memilih untuk menetap di kota agar generasi mereka yang berikutnya tidak harus jauh-jauh melakukan perjalanan untuk mendapatkan penanganan kesehatan yang baik.
5. Pemerataan Wilayah Pemerintahan
Beberapa tahun belakang kita bisa melihat adanya usaha pemerintah dalam mengatasi urbanisasi dengan cara ini. Telah dilakukan pemekaran daerah dibeberapa titik dan tentu saja hal ini membawa pengaruh besar bagi daerah tersebut. Pemekaran daerah adalah pembagian daerah yang tadinya satu provinsi dibagi menjadi dua provinsi dengan tujuan pemerataan wilayah pemerintahan. Hal ini sangat membantu masyarakat yang jauh dari area perkantoran pemerintahan dan sulit untuk mengurus surat-surat kenegaraan atau yang memiliki Permasalahan hukum indonesia. Dengan adanya pemerataan wilayah pemerintahan dengan jarak perkantoran pemerintahan yang dapat dijangkau masyarakat tentu akan membantu mengurangi terjadinya urbanisasi.
6. Menciptakan Lapangan Pekerjaan di Pedesaan
Tujuan utama para pendatang dari desa pindah ke kota adalah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan bayaran yang jauh lebih tinggi dari yang didapatkan di desa. Namun ada kalanya orang desa yang datang ke kota tidak memiliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan pekerjaan di perkotaan. Hal ini berhubungan dengan pemerataan pendidikan untuk orang desa dan orang kota. Selain itu jika di desa tersedia lapangan pekerjaan yang membutuhkan tenaga yang sesuai dengan kemampuan orang-orang desa, tentunya orang-orang desa tidak akan berpindah ke kota.
7. Memperbaiki Fasilitas Umum Yang Terbengkalai
Agar orang desa betah dengan tempat mereka tinggal, fasilitas umum dari negara hendaknya dipelihara bukan hanya oleh orang-orang desa tapi juga dengan perhatian dari pemerintah. Iklim di desa dan di kota biasanya jauh berbeda, entah itu yang ada di pesisir pantai maupun di kaki gunung. Seringkali area pedesaan tertimpah bencana alam yang membuat fasilitas umum seperti jalan dan jembatan rusak sehingga menganggu kelangsungan Kegiatan ekonomi di indonesia terutama di desa.
Karena jauh dari jangkauan pemerintah, biasanya perbaikan fasilitas umum yang terkena bencana ini akan memakan waktu lama, bahkan ada yang tidak digubris sama sekali sehingga masyarakat sendiri yang harus memperbaiki. Dan tentu saja perbaikan yang dilakukan masyarakat kualitasnya akan berbeda sehingga harus dilakukan perbaikan ulang setiap jangka waktu tertentu. Orang desa tentunya akan jenuh dengan kondisi tempat mereka tinggal dan memilih untuk pindah ke kota yang fasilitas umumnya begitu terawat.
8. Mengedukasi Masyarakat Desa tentang Kehidupan di Kota
Karena keterbatasan sumber informasi, masyarakat desa sebenarnya tidak begitu mengerti kondisi kehidupan di perkotaan. Yang mereka tahu hanyalah luasnya lapangan pekerjaan di kota dan penghasilan di kota berlipat ganda dari yang di dapatkan di desa. Perlu ada yang mengedukasi masyarakat desa mengenai gaya hidup orang kota, pekerjaan seperti apa yang tersedia disana dan apa saja yang dibutuhkan sebagai bekal seseorang untuk bisa bertahan hidup di kota. Dengan diberikan pengetahuan tersebut tentunya jumlah pengangguran bisa diminimalisir dan orang desa yang hendak menetap di kota bisa mendapat bayangan tentang kehidupan yang akan mereka hadapi.
9. Memfokuskan Pembangunan di Daerah yang Membutuhkan
Kasus di negara berkembang, seringkali pembangunan difokuskan pada kota-kota besar yang sebenarnya sudah tidak membutuhkan pembangunan yang lebih lagi karena sistemnya sudah berjalan dan segala macam fasilitas tinggal dijaga dan dipelihara. Yang terjadi malah pembangunan terus-terusan dilakukan di kota besar untuk kebutuhan yang tidak mendesak padahal banyak desa yang jauh lebih membutuhkan pembangunan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk kelangsungan kehidupan rakyatnya.
10. Program Pengembalian Tenaga Kerja
Sudah ada beberapa organisasi yang melakukan hal ini dengan sukarela. Banyaknya pelajar yang merantu di kota besar untuk pendidikan dan berencana menetap untuk kerja di kota. Jika pemerintah dan masyarakat bersama-sama mewujudkan sembilan cara yang suda dijabarkan sebelumnya, anak-anak rantau ini bisa termotivasi kembali ke desa asal mereka untuk membangun daerah mereka menjadi lebih baik. Dengan demikian Kondisi penduduk di indonesia di kota besar tidak akan semakin tahun semakin padat karena pelajar-pelajar asal desa yang sukses akan kembali ke tempat asal mereka untuk mengusahakan kesuksesan di tempat tersebut. Hal ini juga bisa menjadi Cara mengatasi masalaj persebraran penduduk. .
Itulah cara mencegah urbanisasi di negara berkembang yang dapat kita terapkan di negara kita sendiri. Tentunya cara-cara tersebut dapat dilakukan secara bertahap agar maksimal pelaksanaannya. Baiknya ada keselarasan antara pemerintah dan masyarakat agar hal-hal yang dapat mengganggu kelangsungan kesejahteraan kehidapan bernegara dapat berkurang dan bahkan tidak lagi ditemukan di masa yang akan datang
Semoga bermanfaat:)


Sangat bermanfaat
ReplyDeleteAlhamdulillah terimakasih:)
DeleteSebelumnya anda mengatakan membuka lapangan pekerjaan di pedesaan. Sedangkan banyak perusahaan ataupun pabrik yang di bangun di pedesaan membuat lingkungan menjadi tercemar , bagaimana menurut anda tentang hal ini?
ReplyDeleteDan begitu juga usaha pemerintah membangun suatu pabrik untuk menyerap tenaga kerja di daerah pedesaan, namun wacana pembangunan pabrik tersebut saja sudah di tolak oleh banyak kalangan . Bagaimana solusi yg baik untuk hal ini?
ReplyDeleteMenurut saya itu kembali lagi kepada si pemilik pabrik atau perusahaan seharusnya dilakukan :
1. memperhatikan AMDAL pada saat sebelum proses pembuatan pabrik industri
2. membuat kanal pembuangan limbah yang aman
3. membuat penyaringan dan daur ulang limbah
4. melokalisir semua limbah industri sehingga jauh dari aktivitas masyarakat.karena sekarang sudah banyak pabrik yang ditutup oleh pemerintah di daerah Bandung kemarin karena pembuangan limbah yang kotor, maka dari itu kesadaran dari si pabrik itu sendiri memproses terlebih dahulu limbah mereka agar menjadi bersih dan tidak tercemar akhirnya pabrik dibuka kembali oleh pemerintah. Menurut saya itu sudah menjadi upaya pencegahan tercemarnya lingkungan
Ya pembangunan pabrik yang bagaimana dulu apabila pembangunan pabrik yang dapat merugikan banyak kalangan tentu pasti akan ditolak, seharusnya kita cermat dalam pemilihan pembangunan pabrik pilih yang dapat diterima oleh banyak kalangan. Mungkin itu pendapat dari saya apabila ada kesalahan mohon maaf karena saya masih ditahap pembelajaran terimakasih:)
Anda sebelumnya mengatakan "kembali pada perusahaan atau pabrik yg bersangkutan" tapi pada kenyataannya kebanyakan para pemilik perusahaan/pabrik di Indonesia , banyak yg belum memiliki izin untuk AMDAL maupun ANDAL . Kebanyakan pemilik modal memilih untu meningkatkan profit dan menekankan biaya produksi. Untuk itu saya kurang setuju dengan pendapat anda. Menurut saya tidak hanya kesadaran pemilik modal/pabrik. Namun juga pemerintah daerah yang memberikan izin juga harus bertanggung jawab, dan menelaah lebih baik bagaimana seluk beluk perusahaan tersebut.
DeleteContoh pabrik yang dapat dipilih oleh banyak kalangan seperti apa? Tlong berikan contoh dan penjelasannnya
Iya betul memang bukan hanya dari kesadaran pabrik saja, pemerintah yang memberikan izin juga harus ikut bertanggung jawab, terimakasih atas pendapat dan masukannya sangat membantu:)
ReplyDeleteAda banyak contoh pabrik tanpa limbah, limbahnya dikelola didaur ulang dan di jadikan energi, anda bisa melihatnya disini http://www.tribunnews.com/bisnis/2013/05/22/pg-mengaku-sukses-kelola-pabrik-pabriknya-tanpa-limbah
Mungkin itu bisa diterima dibanyak kalangan malah dijadikan contoh yang baik:)
Terimakasih atas jawaban anda dan sumber referensi untuk contoh tersebut, tetapi saya menanyakan tentang pembangunan pabrik yang di Indonesia yang bisa diterima dibanyak kalangan ,apakah ada studi kasusnya. Bukan menanyakan kesuksesan MNC
ReplyDeleteIya maksud jawaban saya jawabannya pembangunan pabrik yang bisa mendaur ulang limbahnya sendiri menjadi energi begitu, itu pasti bisa diterima dibanyak kalangan
ReplyDeleteBaiklah.. terima kasih atas jawaban anda 🖒
DeleteIya samasama mohon maaf apabila ada kekurangan karena saya masih tahap belajar:)
Deleteterimakasih atas artikelnya cukup membantu dan menambah wawasan saya, tetapi sebelumnya saya ingin bertanya bagaimana pendapat anda tentang para tuna wisma yg datang dari desa?
ReplyDeleteMenurut saya mungkin tuna wisma didesa itu kurang diperhatikan maka dari itu dia ke kota yang benar2 mau nolong mereka karena memang dikota sudah di sediakan seperti yayasan tuna wisma, mungkin itu lebih menguntungkan untuk mereka. Seharusnya pemerintah juga memberikan bantuan dan mendirikan yayasan tuna wisma di desa agar tidak terjadi urbanisasi yang berlebih. Mungkin seperti itu, maaf apabila ada kesalahan karena saya juga masih tahap belajar
ReplyDeleteBagus blognya.
ReplyDeleteAlhamdulillah terimakasih bu:)
DeleteSangat bermanfaat sekali artikelnya:)
ReplyDeleteSangat bermanfaat sekali artikelnya:)
ReplyDeleteAlhamdulillah, terimakasih:)
ReplyDeletebetul ini, terima kasih informasinya
ReplyDeleteSamasamaa:)
DeleteMemang akhir-akhir ini terjadi seperti itu, terimakasih infonya
ReplyDeleteMemang betul, samasamaa
DeleteTerimakasih infonya
ReplyDeleteSamasama:)
DeleteGood article
ReplyDeleteThank you :)
Delete